CLICK HERE FOR BLOGGER TEMPLATES AND MYSPACE LAYOUTS »

Selasa, 05 Agustus 2008

Tiba-tiba jadi RANNERS

Mulutmu adalah harimaumu! Wah gue bener-bener ngalamin nih pepatah. Dulu gue mempunyai interpretasi yang berbeda 180 derajat dengan sekarang terhadap RAN. Dulu gue menganggap RAN Cuma band kacangan dari pemusik ABG yang tentunya juga disukai para ABG-ABG ingusan. Tapi celakanya sekarang gue mikir sebaliknya. Sekarang gue yang tercatat telah menjadi mahasiswi semester 3 di salah satu PTN favorit di Indonesia, NGE-FANS sama RAN, astaga dragon! Dunia memang sudah gila! Tentu gue bukan ABG ingusan, umur gue sudah mendekati kepala dua, walaupun kadang waktu terserang flu ingus gue masih sering meleleh keluar. Sekali lagi fakta menunjukkan bahwa bokin gue telah bener-bener merubah hidup gue. Sebenarnya kenapa sekarang gue tiba-tiba jadi seorang RANNERS adalah karena baru-baru ini gue menyadari Rayi, salah satu personil RAN yang jago nge-rap itu persis kayak Whisnu!

Ohmaigod, tolong sadarkan hambamu yang nista ini jika mereka tidak sama, aku mohon Tuhan! Mereka itu emang gak mirip kok, tapi gak tahu kenapa saat gue melihat Rayi di tipi gue berasa ngeliat Whisnu. Muka mereka jelas beda banget, yang sama mungkin Cuma botak, style mereka berpakaian dan mata genit mereka, udah itu doang. Tapi gak tahu kenapa sekarang ini gue jadi tergila-gila setengah mati sama Rayi yang menurut gue adalah jelmaan dari Triyoga Whisnu Gunawan, gorilla paling ganteng di hati gue itu. Tapi sebenernya gak Cuma karena Rayi, setelah gue denger-denger semua lagu mereka, ternyata lagu mereka enak-enak juga kok. Apalagi yang Pandangan Pertama, anjingg ini mah lagu gue dan Whisnu banget, cinta pada pandangan pertama memang indah, kawan! Setiap denger tuh lagu gue pasti senyum-senyum ndiri kayak orang kena ayan, (eh salah itu kejang-kejang yah?) Gue juga suka sama yang judulnya D’inspirations, enak banget, sumpah!

Ternyata mereka gak Cuma band ABG yang disuka ABG ingusan (sekarang ditambah mahasiswi ingusan) tapi musikalitas mereka cukup tinggi kalo menurut gue dan patut diperhitungkan lah. Don’t judge the book with it’s cover, kemakan pepatah lagi deh gue, tapi kali ini pepatah Londo!

0 komentar: